Tidak Seharusnya, bukan?

Hai hai...
Sekedar cuman pengen pelampiasan karna udah gak mampu mendam perasaan ini.. gue searching di Internet... gue buka Blog - Blog dan situs yang ada tentang Pembangkit semangat supaya jangan Down... eh sekali gue kagak sengaja nge-buka Blog Satu Senja disitu banyak kata - kata yang gue suka.. yak bisa dibilang gitu sih... setelah gue baca seluruh postingan nya, ada salah satu post nya yang gue suka... yakni yang berjudul "Tidak Seharusnya, bukan?" ... dari judul aja udah nyesek..
yap ini dia... artikel tersebut :
Silahkan Menyimak Bro and Sista! ^_^

========================================================================

Untuk kau yang mengira aku sudah melupa

Iya aku memang bukan apa-apa sekarang. Bahkan kau menganggap dirimu adalah pelampiasan dariku ketika aku terpuruk. Aku hanya butuh uluran tangan ketika aku tidak mampu berdiri sendiri, Kak. Apa kau berpikir sejauh itu? Apa di kepalamu hanya menganggap aku menjadikanmu pelampiasan sedihku? Tidak! Untuk apa? Aku yang suka kau buat sedih saja tidak pernah sampai menangis di hadapanmu dan mengeluh mengharap belas kasihanmu. Aku hanya ingin kau memposisikan dirimu sebagaimana yang seharusnya seorang kakak lakukan. Aku hanya butuh topangan ketika aku tidak kuat menghadapi ini sendirian, Kak. Bukan malah kau hempaskanku ke tanah seperti ini.


Ini kakak yang suka ku bangga-banggakan? Oh iya, aku lupa. Aku bukan adikmu lagi kan ya? Wajar kalau kamu begitu. Apa? Toh kita tidak pernah punya hubungan darah, bukan? Dan di kepalamu pasti berpikir kalau, “untuk apa mengingatkan sesuatu padamu? Aku siapamu?” Sepicik itu kah? Aku memang orang idiot yang suka kau bodoh-bodohkan. Tapi kau lupa satu hal. Kau lupa kalau aku juga punya perasaan, sama seperti manusia-manusia lainnya.


Aku kira kamu bisa membuatku sedikit tenang dengan apa yang sudah terjadi, Kak. Apa kenyataannya? Kau memarahiku, memakiku, tertawa bahagia di sana, dan malah sibuk dengan dunianya sendiri. Aku butuh dorongan, bukan makian. Aku sakit, dan malah kau buat semakin sakit. Jadi peranmu selama ini untuk itu? Lalu untuk apa kau ada? Seharusnya kau tidak pernah ada dalam hidupku. Bahkan untuk menasehatiku dengan baik-baik saja kau enggan. Siapa tau kalau kau selama ini menyindirku untuk menyadarkanku? Caramu yang salah atau aku saja yang tidak peka, terlalu bodoh? Argh, kapan aku pernah paham alurmu? Kapan aku bisa memahamimu sebagaimana wanita-wanitamu yang bisa memahamimu dengan baik-baik? Aku iri dengan mereka.

Ah, mungkin selama ini kau sudah mati-matian menyadarkanku dari salah. Mungkin selama ini aku saja yang acuh pada apa yang kau perbuat. Mungkin pada akhirnya kau lelah dengan egoisku yang ketika itu tidak mempedulikanmu sama sekali. Aku mempedulikannya. Aku mempedulikanmu, Kak. Aku dengar apa saja yang kau katakan. Aku memikirkan hal itu, memikirkan ucapanmu. Tapi mengertilah posisiku ketika itu. Dia terlalu dekat, dan kau bahkan hanya bisa ku lihat samar-samar dari kejauhan.Kau tidak ada di sini. Aku juga takut mendekat. Terlalu takut untuk sakit lebih dalam bersama orang-orang yang juga kau buat sakit. Kau mengerti maksudku, bukan? Kau yang dewasa pasti mengerti. Dan adikmu akan seterusnya jadi anak kecil yang suka berair matanya melihat ulahmu.


Terima kasih untuk usahamu menjadi kakak yang baik yang tidak pernah aku hiraukan (mungkin). Maaf lagi-lagi aku belum bisa menjadi adik yang baik. Maafkan adikmu yang tidak pernah benar ini, Kak.

Dari adikmu yang suka kau maki-maki di telepon

========================================================================

Itu dia Bro and Sista, Sedih bukan? yap, taruh pendapat kalian di Komentar dan Jangan lupaVisit Blog Satu Senja yah,
Yap, Stay Tune Blog gue dan jangan lupa Pantengin terus ya, karna gue bakal kasi info unik menarik buat kalian... + jangan lupa juga untuk Share ke Teman kalian Blog ini... (y)

Previous
Next Post »